Sabtu, 05 Desember 2015

kode kesalahan visual


Kode kesalahan visual
Kode kesalahan visual adalah apabila ada kesalahan pada saat proses POS
T,
maka pesan kesalahan tersebut ditampilkan pada layar monitor komputer.
Untuk lebih jelas, ini adalah salah satu contoh kode error secara visual, yaitu
motherboard kehilangan isi BIOS.
Gambar Bios motherboard rusak atau korup
Dibawah ini adalah contoh tabel jenis-jenis error yang ditampilkan di layar
monitor.
Tabel text pesan kesalahan pada bios Award
BIOS ROM checksum
error
–
System halted
Kode checksum BIOS dalam chip BIOS chip tidak
sama, mengindikasikan bahwa kode BIOS mungkin
rusak atau tidak lengkap. Ganti BIOS.
CMOS battery failed
Batere CMOS sudah tidak berfungsi. Ganti batere
dengan yang baru.
CMOS checksum error
–
Defaults loaded
Checksum CMOS tidak sama, oleh karena itu sistem
memuat setelan default. Kesalahan checksum
biasanya di
indikasi oleh CMOS yg rusak atau karena
batere BIOS yg sudah lemah.
CMOS CHECKSUM
ERROR DISK BOOT
FAILURE, INSERT
SYSTEM DISK AND
PRESS ENTER
Checksum CMOS tidak sama. Hal ini diindikasikan
data CMOS rusak. Atau bisa jadi batere CMOS yg
sudah lemah.
CPU
at nnn
Menunjukkan CPU berjalan pada kecepatan nnn
Hertz.
DISKETTE DRIVES OR
TYPES MISMATCH
ERROR
–
RUN SETUP
Jenis drive disket tidak sama dengan yg disetel di
CMOS. Jalankan Setup untuk dikonfigurasi ulang ke
jenis drive yg sesuai.
Display switch is se
t
incorrectly
Saklar layar pada papan induk ada kalanya bisa
disetel untuk layar monokrom atau berwarna. Pesan
kesalahan ini diindikasikan kemungkinan saklar
tersebut disetel berbeda dengan setelan pada
SETUP. Tentukan setelan mana yg benar atau
matikan si
stem dan ubah saklar, atau masuk ke
SETUP untuk mengubah pilihan layar video.
DISPLAY TYPE HAS
CHANGED SINCE LAST
BOOT
Pada saat terakhir mematikan sistem, adapter layar
telah berubah. Anda harus mengkonfigurasi ulang
sistem untuk jenis layar yg baru.
EI
SA Configuration
Hasil ceksum RAM EISA yg nonvolatile salah atau
215
PERAKITAN KOMPUTER
Checksum Error
saat pengujian tidak dapat mengakses slot EISA. Hal
ini bisa diindikasikan memory EISA yg nonvolatile
rusak atau salah setelan. Atau bisa juga dengan
memantapkan kartu EISA leb
ih dalam.
EISA Configuration Is Not
Complete
Informasi konfigurasi slot yg disimpan pada memory
EISA nonvolatile tidak lengkap.
ERROR ENCOUNTERED
INITIALIZING HARD
DRIVE
Hard drive tidak dapat dikenal. Pastikan adapternya
dipasang dengan benar dan semua
kabel
-
kabel
terpasang dengan mantap. Juga pastikan setelan
jenis hard drive sama dengan setelan SETUP.
ERROR INITIALIZING
HARD DISK
CONTROLLER
Pengendali tidak dapat dikenal. Pastikan kartu
adapter terpasang dengan benar pada slotnya.
Selain itu pastikan
setelan jenis harddrive di SETUP
benar. Juga cek setelan jumper yang ada pada
harddrive.
FLOPPY DISK
CONTROLLER ERROR
OR NO CONTROLLER
PRESENT
Pengendali floppy drive tidak ditemukan atau
dikenal. Pastikan pengendali telah dipasang dengan
mantap dan benar. Jika floppy drives tidak dipasang,
pastikan setelah Diskette Drive dalam SETUP dipilih
“None”.
Floppy disk(s) fail
Pengendali floppy drive tidak ditemukan atau
dikenal. Pastikan pengendali telah dipasang dengan
mantap dan benar. Jika tidak ada floppy drives yg
dipasang, pastikan setelan di SETUP untuk ini di
“None”  atau  “Auto”.
HARD DISK initializing
Tunggu beberapa saat, beberapa hard drive
membutuhkan waktu untuk dikenali.
HARD DISK INSTALL
FAILURE
Pengendali hard drive or atau drive
-
nya tidak
ditemu
kan. Pastikan pengendali dipasang secara
benar. Jika hard drives tidak dipasang, pastikan
setelan  Hard  Drive  diset  “None”.
Hard disk(s) diagnosis fail
Sistem mungkin menjalankan rutinitas diagnosa disk.
Pesan ini muncul bila satu atau lebih hard disk rusa
k
saat proses diagnosa.
Hard disk(s) diagnostic fail
Sistem mungkin menjalankan rutinitas diagnosa disk.
Pesan ini muncul bila satu atau lebih hard disk rusak
saat proses diagnosa.
Invalid EISA Configuration
Memory nonvolatile yg mengandung informasi
kon
figurasi EISA mungkin diprogram salah atau
menjadi rusak. Jalankan alat bantu konfigurasi EISA
configuration untuk memperbaiki program di
memory.
Keyboard error or
no keyboard
present
Tidak dapat mengenal keyboard. Pastikan keyboard
terpasang dan tidak a
da kunci yg tertekan saat proses boot.
Jika anda menginginkan menjalankan sistem tanpa
keyboard, pastikan kondisi berhenti pada kesalahan di
SETUP  pada  “HALT  ON  ALL,  BUT  KEYBOARD”.  BIOS  
akan mengabaikan ketiadaan keyboard dan melanjutkan
proses boot.
216
PERAKITAN KOMPUTER
Keyb
oard is locked
out
–
Unlock the
key
Pesan ini muncuk bila ada satu atau lebih tombol keyboard
yg tertekan saat pengujian keyboard. Pastikan tidak ada
benda yg menekan diatas keyboard.
Memory Address
Error  at...
Terjadi kerusakan alamat memory pada lokasi te
rtentu.
Anda dapat menggunakan informasi ini untuk memetakan
dan menentukan chip memory mana yang rusak, lalu anda
bisa menggantinya.
Memory parity
Error  at...
Kesalahan memory parity pada lokasi tertentu. Anda dapat
menggunakan informasi ini untuk memetaka
n dan
menentukan chip memory mana yang rusak, lalu anda bisa
menggantinya.
MEMORY SIZE
HAS CHANGED
SINCE LAST
BOOT
Kapasitas memory berubah semenjak boot terakhir. Dalam
modus EISA, gunakan utilitas konfigurasi untuk mengeset
ulang memory. Di modus ISA, m
asuk ke SETUP, dan
masukkan jumlah kapasitas memory.
Memory Test
Pesan ini muncul saat pengujian penuh terhadap memory.
Memory Test Fail
Jika POST mendeteksi kesalahan saat menguji
memory,muncul informasi tambahan tentang jenis dan loksi
kesalahan memory secara spesifik.
Memory Verify
Error  at...
Mengindikasikan kesalahan saat meverifikasi nilai yang
telah ditulis di memory. Gunakan informasi ini untuk
mementukan chip memory mana yg perlu diganti.
No boot device
was found
Hal ini menunjukkan bahwa tidak a
da boot device tidak
terdeteksi atau tidak ada file system boot yg cocok.
Masukkan disket system kedalam drive A: dan tekan
ENTER. Jika anda berasumsi system akan melakukan boot
ke harddrive, pastikan pengendalinya terpasang sempurna.
Juga pastikan harddri
ve telah diformat sebagai boot device.
Lalu reboot system.
OFFENDING
ADDRESS NOT
FOUND
Pesan ini berhubungan dengan pesan error I/O CHANNEL
CHECK dan RAM PARITY ERROR ketika segmen yg
menyebabkan masalah tidak dapat diisingkirkan.
OFFENDING
SEGMENT:
Pesa
n ini berhubungan dengan pesan error I/O CHANNEL
CHECK dan RAM PARITY ERROR ketika segmen yg
menyebabkan masalah tidak dapat diisingkirkan.
Override enabled
–
Defaults loaded
Jika system tidak bisa boot dengan konfigurasi CMOS, BIOS
bisa mengambilalih kon
figurasi saat ini dengan setelan BIOS
defaults yg telah didesain untuk operasi lebih stabil, dan
sistem bekerja dengan kinerja minimal.
PRESS ANY KEY
TO REBOOT
Pesan ini akan ditampilkan pada bagian bawah layar. Tekan
tombol apa saja untuk mereboot system
.
Press ESC to skip
memory test
Anda bisa menekan tombol ESC untuk melewati pengujian
memory secara menyeluruh.
PRESS F1 TO
DISABLE NMI, F2
TO REBOOT
Ketika  BIOS  mendeteksi  kondisi  “non
-
maskable  interrupt”  
saat proses boot, hal ini memperbolehkan anda un
tuk
menonaktifkan NMI dan melanjutkan proses boot, atau anda
dapat melakukan reboot system dengan kondisi NMI
berfungsi.
217
PERAKITAN KOMPUTER
Press TAB to show
POST screen
System buatan OEM biasanya menggantikan tampilan
Award BIOS POST dengan logo mereka. Dengan menekan
“TAB
”,  bisa  melihat  tampilan  Award  BIOS  POST.
Primary master
hard disk fail
POST mendeteksi adanya kesalahan pada harddisk IDE
posisi primary master.
Primary slave hard
disk fail
POST mendeteksi adanya kesalahan pada harddisk IDE
posisi primary salve.
RAM P
ARITY
ERROR
–
CHECKING FOR
SEGMENT...
Menunjukkan adanya kesalahan parity dalam RAM.
Resuming from
disk, Press TAB to
show POST screen
BIOS Award menawarkan fitur save-a-disk untuk komputer
notebook. Pesan ini biasanya muncul saat pengguna
merestart sistem setelah mematikan komputer ke modus
save-
to
-disk. Lihat pesan setelah TAB ditekan untuk melihat
pemaparan dari fitur ini.
Secondary master
hard disk fail
POST mendeteksi adanya kesalahan pada harddisk IDE
posisi secondary master.
Secondary slave
hard dis
k fail
POST mendeteksi adanya kesalahan pada harddisk IDE
posisi secondary slave.
Should Be Empty But EISA
Board Found
Identitas papan EISA ditemukan pada slot yg
dikonfigurasi tidak terdapat papan EISA.
Should Have EISA Board
But Not Found
Papan EISA telah dipasang tapi tidak merespon
permintaan, atau tidak ada identitas papan pada
slot tertentu.
Slot Not Empty
Terjadi saat slot yg diperkirakan kosong oleh utilitas
konfigurasi EISA sebenarnya terdapat papan EISA.
SYSTEM HALTED. (CTRL
-
ALT
-
DEL) TO REBOO
T...
Proses boot digagalkan dan sistem harus di reboot.
Tekan dan tahan tombol Ctrl & Alt lalu tekan kunci
Del.
Wrong Board In Slot
Identitas papan tidak cocok dengan identitas yg
disimpan pada memory nonvloatile EISA

penyelesaian kesalahan pada post dan cmos/bios

Uraian materi.
Pencarian dan penyelesaian kesalahan pada POST dan CMOS/BIO
S
BIOS
,singkatan dari Basic Input Output System, dalam sistem komputer IBM PC
atau kompatibelnya (komputer yang berbasis keluarga prosesor Intel x86) yaitu
suatu perangkat lunak yang mampu melakukan hal-hal berikut:
¾
Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam
proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
¾
Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu,
konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja,
serta kestabilan komputer)
¾
Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan
perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
¾
Memuat dan menjalankan sistem operasi
Beep code
merupakan hasil dari tes awal hardware yang dilakukan oleh bios
komputer yang disebut POST.
Power
-on self-test (POST
) adalah tes yang di
lakukan oleh bios komputer pada waktu pertama kali menyala untuk memastikan
semua perangkat keras berfungsi dengan benar dan memenuhi persaratan
minimum sistem sebelum memulai sisa proses booting. Jika komputer berhasil
melakukan POST akan mengeluarkan suara beep tunggal (beberapa produsen
komputer BIOS mungkin berbunyi beep dua kali) sebagai tanda komputer mulai
menyala dengan normal. Namun, jika komputer gagal melakukan POST,
komputer tidak berbunyi beep sama sekali atau menghasilkan bunyi beep
dengan kode tertentu, yang bisa memberitahu sumber masalah kepada penguna
komputer.
207
PERAKITAN KOMPUTER
Gambar contoh POST BIOS Award Bios
Setiap Komputer memiliki tampilan POST BIOS yang berbeda , tergantung
jenis BIOS yang digunakan pada motherboard. Kadang POST BIOS ini tidak
muncul di layar, tetapi diganti logo merek komputer. Dengan men-disable
tampilan logo (dari dalam BIOS ), maka POST BIOS akan tampil di layar.
Contoh gambar post bios yang menampilkan logo salah satu pabrikan
komputer
208
PERAKITAN KOMPUTER
Kode kesalahan/error dalam POST BIOS dibagi menjadi dua yaitu:
¾
kode kesalahan visual,yaitu berupa tulisan/pesan yang ditampilkan di
monitor
Contoh gambar kode kesalahan visual pada POST amibios
¾
kode kesalahan suara,yaitu berupa suara Beep yang teratur ataupun
berpola tertentu yang dikelurkan oleh speaker pada motherboard
Contoh gambar speaker pada motherboard
209
PERAKITAN KOMPUTER
Gambar Skenario kemungkinan terjadi kesalahan atau error pada POST.
Kode kesalahan pada POST sangat membantu dalam penanggulangan
kesalahan pada komputer sebelum masuk ke sistem operasi.Sebelum
menyimpulkan kesalahan berdasar kode kesalahan visual ataupun suara ada
baiknya kita mengetahui tahapan Test yang dilakukan oleh bios pada saat
sebuah komputer dinyalakan.
Urutan proses
POST
yang terjadi saat system dinyalakan
.
Tabel Tahapan Test untuk BIOS AWARD diatas versi 4.2
.
CPU (
Processor)
BIOS siap, verifikasi dan reset tanda error di CPU.
Kesalahan disini biasanya karena CPU atau clock sistem.
Penentuan POST
BIOS menentukan apakah motherboard di set untuk
beroperasi secara normal atau pengulangan POST. Jika tes
POST terjadi ber
ulang
-
ulang lebih dari 1
-
5 kali atau jumper
di motherboard tidak diset untuk tes BURN
-
IN = didalam
sirkuit terjadi kesalahan / rusak.
Pengendali
Keyboard
BIOS menguji operasi pada chip pengendali keyboard
(8042). Kegagalan disini biasanya karena chip keyb
oard yg
rusak.
Status Burn In
Akan diulang 1
-
5 kali jika motherboard diset mode burn
-
in.
Jika anda tidak mengeset motherboard dalam mode burn
-
in,
ada kemungkinan dalam sirkuit ada yg konslet.
Inisiasi Chipset
BIOS mengosongkan semua register DMA dan stat
us
CMOS ialah 0E dan 0F. BIOS kemudian menginisiasi 8254
timer. Kesalahan pada tes ini kemungkinan karena chip
timer.
CPU (Processor)
Suatu pola bit digunakan untuk memverifikasi fungsi register
CPU. Kesalahan disini biasanya pada CPU atau clock chip.
RT
C (Real Time
BIOS memverifikasi real time clock dengan CMOS pada
210
PERAKITAN KOMPUTER
Clock)
interval tertentu. Kesalahan disini biasanya karena
CMOS/RTC atau batere motherboard.
ROM BIOS
Checksum
BIOS melakukan test checksum pada dirinya sendiri dengan
nilai yg telah ditentu
kan dan hasilnya sama dengan 00.
Kesalahan disini karena ROM BIOS.
Inisiasi Video
BIOS mengetes dan menginisiasi video controller.
Kesalahan disini biasanya karena video controller (6845)
atau karena kesalahan seting pada motherboard atau
CMOS.
PIT
(Prog
rammable
Interupt Timer)
BIOS mengetes fungsi channel 0, 1, and 2. Kesalahan disini
biasanya karena PIT chip (8254/53)
CMOS Status
Walking bit pattern mengetes byte status CMOS shutdown
0F. Kesalahan biasanya karena CMOS.
Extended CMOS
BIOS mengecek setiap informasi tambahan dari chipset dan
menyimpannya dalam area extended RAM. Kesalahan disini
karena informasi yg tidak valid dan bisa dikoreksi oleh
settingan CMOS secara defaults. Kesalahan lain
kemungkinan karena chipset atau CMOS RAM.
DMA (Direct
Memo
ry Access)
Channel 0 and 1 diuji bersama-sama dengan halaman
register chip pengendali DMA chip (8237). Kesalahan
biasanya karena chip DMA.
Keyboard
Pengendali keyboard 8042 keyboard diuji fungsionalitasnya
dan juga fungsi antarmukanya. Kesalahan biasanya karena
chip 8042.
Refresh
Refresh memory diuji; antara nilai baku dan pola walking
–
bit. Kesalahan biasanya karena chip PIT dalam AT atau chip
DMA dalam AT.
Memory
64K memory pertama diuji dengan pola walking bit.
Kesalahan biasanya karena bank pertama
dari RAM atau
barisan data.
Interrupt Vectors
Table vektor interupsi BIOS dimuat ke bank pertama di
RAM. Kesalahan biasanya bukan karena lokasi pada
memory sudah diuji. Jika hal ini terjadi dicurigai karena BIOS
atau RTC.
Video ROM
Video ROM diinisiasi u
ntuk melaksanakan diagnosa internal
sebelum kendali dikembalikan pada sistem BIOS. Kesalahan
biasanya karena adapter video atau BIOS.
Video Memory
Ini diuji dengan pola bit. Hal ini akan dilewat bila ada ROM
pada adapter video. Kesalahan biasanya karena m
emory yg
ada pada adapter.
PIC
(Programmable
Interupt Controller)
Fungsionalitas interupsi chip pengendali diuji (8259).
Kesalahan disini karena chip 8259, tapi tidak menutup
kemungkinan karena siklus waktu (clock).
CMOS Battery
BIOS memverifikasi bahwa
byte OD pada CMOS, untuk
mengindikasikan adanya listrik pada batere CMOS.
Kesalahan pertama mungkin pada batere pertama dan yg
kedua pada CMOS.
211
PERAKITAN KOMPUTER
CMOS Checksum
Uji checksum dilakukan terhadap CMOS. Kesalahan
biasanya karena kesalahan SETUP, CMOS atau batere
.
Jika uji ini lulus, informasi ini akan digunakan untuk
mengkonfigurasi sistem.
Menentukan
Memory System
Memory diatas 640K dialamatkan dalam 64K blok.
Kesalahan biasanya karena suatu baris alamat di memory
atau chip DMA. Jika semua memory tidak ditemuka
n,
kemungkinan ada chip memory yang rusak atau baris
alamat memory pada 64K blok berlebih daripada yg
ditemukan oleh sistem.
PIC
Tes lebih jauh untuk chip 8259 telah selesai.
CPU Protected
Mode
Procesor ditempatkan dalam modus terproteksi dan kembali
ke
modus real; chip 8042 digunakan dalam hal ini. Jika ada
kesalahan, perlu dicurigai dengan urutan chip 8042, CPU,
CMOS, atau BIOS.
Menentukan
Extended Memory
Memory diatas 1MB dialamatkan dalam 64K blok.
Keseluruhan blok akan tidak aktif jika ada chip RAM yang
rusak dalam blok tersebut.
Uji Extended
Memory
Extended memory diuji dengan beberapa seri pola.
Kesalahan biasanya karena chip RAM, dan sebuah alamat
dalam heksadesimal akan ditampilkan untuk menunjukkan
alamat bit memory yg rusak.
Unexpected
Excep
tions
BIOS  mengecek  “unexpected  exceptions”  dalam  modus  
terproteksi mode. Kesalahan biasanya karena TSR
(Terminate and Stay Resident) atau kerusakan sementara
pada RAM.
Shadow Cache
Shadow RAM dan cache diaktifkan. Kesalahan biasanya
karena pengendali cac
he atau chip. Cek CMOS pertamakali
untuk informasi yg salah/tidak tepat.
8242 Detection
BIOS mengecek pengedali keyboard Intel 8242 dan akan
menginisiasi bila dia ditemukan. Kesalahan biasanya karena
setelan  “jumper”  yg  tidak  tepat  atau  chip  8242.
Inisia
si Keyboard
Kesalahan terjadi mungkin pada keyboard atau
pengendalinya.
Inisiasi floppy
Semuanya disetel dalam CMOS. Kesalahan mungkin pada
setelan CMOS yg tidak tepat, pengendali floppy atau drive
floppy
-
nya.
Deteksi Port
-
port
Serial
BIOS mencari dan me
nginisiasi empat port serial pada 3F8,
2F8, 3E8, and 2E8. Kesalahan terdeteksi bila adanya salah
pasang jumper atau setelan pada suatu tempat, atau
adapternya rusak.
Deteksi Port
-
port
Parallel
BIOS mencari dan menginisiasi empat port serial pada 378,
278,
3B8, and 2B8. Kesalahan terdeteksi bila adanya salah
pasang jumper atau setelan pada suatu tempat, atau
adapternya rusak.
Inisiasi Hard Drive
BIOS menginiasi hard drive yg telah disetel pada CMOS.
Kesalahan biasanya terjadi karena kesalahan setelan CMOS,
hard drive atau pengendali yg rusak.
212
PERAKITAN KOMPUTER
Deteksi NPU
Coprocessor
Inisiasi NPU coprocessor yg ditemukan. Kesalahan biasanya
karena kesalahan setelan CMOS atau NPU rusak.
Inisiasi ROM
Adapter
Inisiasi ROM adapter antara alamat C800 dan EFFF. ROM
akan melakuka
n uji internal sebelum mengembalikan
kendalinya pada sistem ROM. Kesalahan biasanya karena
ROM adapter atau perangkat keras yg terpasang.
Inisiasi External
Cache
External cache yg terdapat pada processor 486 akan
diaktifkan. Kesalahan diindikasikan karena
kesalahan setelan
CMOS, pengendali cache atau kerusakan chip.
NMI (Non
Maskabel Interupt)
Unexpected
Exceptions
Uji terakhir untuk unexpected exceptions sebelum
memberikan kendali pada boot loader pada Int 19.
Kesalahan biasanya pada parity memory yg rus
ak atau
adapternya cacat.
Boot Errors
Kesalahan terjadi ketika BIOS mencoba booting ke drive yg
telah disetel di CMOS atau karena kesalahan setelan drive di
CMOS atau sebagaimana yg ditampilkan sebagai pesan
kesalahan  dilayar.  Jika  sistem  mengalami  “HANG”
atau tidak
memberikan respon, biasanya karena Master Boot Record
atau Volume Boot Record bermasalah.
Tabel Tahapan Test untuk BIOS AMI
NMI Disable
Baris interupsi NMI ke CPU dinonaktifkan oleh setelan bit 7
I/O port 70h (CMOS)
Power On Delay
Saat penge
ndali keyboard mendapatkan tenaga listrik, hal ini
akan mengeset bit reset keras dan lunak. Periksa
pengendali keyboard atau pembangkit clock jika terjadi
kesalahan.
Inisiasi Chipset
-
chipset
Menguji BIOS, CLOCK dan chipset
-
chipset.
Penentuan Reset
BIOS m
embaca pola bit dalam pengendali keyboard untuk
melihat apakah reset keras atau lunak diperlukan (reset
lunak tidak akam menguji memory diatas 64K). Kesalahan
mungkin karena BIOS atau pengendali keyboard.
ROM BIOS
Checksum
BIOS melakukan uji checksum pada
dirinya sendiri dengan
menilai setelan standar pabrik yg akan menghasilkan nilai
00. Jika kesalahan terjadi, cek chip BIOS.
Uji Keyboard
Sebuah perintah dikrimkan ke pengendali keyboard 8042 yg
akan melaksanakan uji dan menyediakan satu set tempat
penyan
gga (buffer) untuk perintah tersebut. Setelah
penyangga didefinisikan, BIOS akan mengirim byte perintah,
menulis data ke area penyangga, mengecek urutan bit
-
bit
perintah pengendali dalam keyboard dan mengeluarkan
perintah No Operation (NOP).
CMOS
Pengujia
n byte shutdown dalam CMOS RAM offset ke
0F,checksum BIOS dihitung dan byte diagnosa 0E
dimutakhirkan sebelum area CMOS RAM diinisiasi dan
dimutakhirkan setelan waktu dan jam. Cek RTC dan chip
CMOS atau batere jika terjadi kesalahan.
213
PERAKITAN KOMPUTER
DMA (8237) and
PIC (8
259) Disable
DMA dan Programmable Interrupt Controller dinonaktifkan
sebelum dilaksanakan uji POST. Cek chip 8237 atau 8259
jika terjadi kesalahan.
Video Disable
Pengendali video dinonaktifkan, dan port B diinisiasi. Cek
adapter video jika terjadi kesalah
an.
Chipset Initialized
and Memory
Detected
Memory dialamatkan sebanyak 64K blok. Kesalahan
mungkin dalam chipset. Jika semua memory tidak
ditemukan, kemungkinan kesalahan terjadi pada blok chip
setelah yang terakhir ditemukan.
Uji PIT
(Programmable
Inte
rupt Timer)
Pengujian fungsi pewaktuan Programmable Interrupt Timer
8254. PIT dan chip RTC biasanya penyebab kesalahan
disini.
Memory Refresh
Kemampuan PIT untuk menyegarkan memory diuji disini.
Jika XT, pengendali DMA pertama dapat menanganinya.
Kesalahan biasanya karena PIT (8254) pada arsitektur AT
atau pada chip 8237, DMA nomor 1, dalam sistem XT.
Address Line
Menguji barisan alamat pada 64K RAM pertama. Jika terjadi
kesalahan, barisan alamat mungkin menjadi penyebabnya.
Base 64K
Pola data ditulis ke alamat RAM 64K petama, kecuali jika
ada chip RAM yang rusak anda akan mendapatkan
kesalahan.
Inisiasi chipset
Pengedali PIT, PIC dan DMA semua diinisiasi.
Mengeset Tabel
Interupsi
Tabel vektor interupsi yg digunakan oleh PCI dipasang ke
memory rendah pada 2K pertama.
Mengecek
Pengendali
Keyboard 8042
BIOS membaca area penyangga pada I/O pengendali
keyboard di port 60. Kesalahan disini biasanya karena
pengendali keyboard.
Menguji Video
Jenis adapter vidoe dicek, dan beberapa uji dilakukan pada
adapter v
ideo dan monitor.
BIOS Data Area
Tabel vektor interupsi dicek untuk dapat berfungsi dengan
benar dan memory video diverifikasi sebelum uji modus
terproteksi. Setelah selesai, kesalahan yang akan terjadi
akan di tampilan dilayar monitor.
Menguji Modus
Ter
proteksi
Melakukan uji baca dan tulis ke semua lokasi memory
dibawah 1MB. Kesalahan pada titik ini diindikasikan karena
chip RAM yang rusak, Pengendali Keyboard 8042 atau
barisan data.
Chip DMA
Register DMA diuji menggunakan pola data yg sudah ada.
Inisi
asi terakhir
Uji ini berbeda untuk beberapa versi. Biasanya drive floppy
dan hard drives diuji dan diinisiasi dan suatu test dilakukan
untuk perangkat serial dan paralel. Informasi yg dikumpulkan
dibandingkan dengan isi CMOS, maka anda akan melihat
pesan k
esalahan pada layar monitor.
BOOT
BIOS menyerahkan kendali kepada Interupsi 19
(Bootloader). Pada titik ini anda akan melihat pesan error
seperti  “non
-
system  disk  found”.