3) Audio
Teknologi
audio juga berperan penting dalam penyampaian informasi, tanpa adanya
audio dalam sebuah multimedia maka hasilnya tidak lengkap. Suara atau audio di
dalam multimedia biasanya berupa suara musik, suara dari voice record dan
efek–efek suara lain.
Penyajian audio merupakan cara lain
untuk memperjelas pengertian suatu informasi. Contohnya, narasi merupakan
kelengkapan dari penjelasan yang dilihat melalui video. Suara dapat lebih
menjelaskan karakteristik suatu gambar, misalnya musik dan suara efek (sound
effect), maupun suara asli (real sound). Authoring software yang digunakan
harus mempunyai kemampuan untuk mengontrol recording dan playback.
Terdapat
berbagai macam format file audio, diantaranya AAC, AIFF, MP3, ogg, wav, wma
a)
AAC ( Advance
Audio Codec )
Merupakan
sistem lossy compression
untuk file audio, dikembangkan oleh Motion Picture Expert Group ( Fraunhofer
Institute, Dolby, Sony, Nokia dan AT&T ) untuk menggantikan MP3. Ini
perluasan dari MPEG-2 standard dan mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan
MP3, kompresi yang lebih effisien dengan kualitas suara audio yang lebih baik
dan mendukung audio multichannel.
b)
AIFF dan AIFC
( Audio Interchange File Format )
merupakan
format file yang tidak dikompres, yang dikembangkan oleh Apple pada Machintosh
dan platform Unix.
c)
MP3
MP3
( MPEG-1/2 Audio Layer 3 ) adalah format audio yang paling poluler. Menggunakan
algoritma audio lossy compression
untuk mengurangi ukuran file, sambil memproduksi
kembali lagi aslinya. MP3 dikembangkan di German Fraunhofer Institute dan
berbasis format MPEG. MP3 mengalami kejayaan pada tahun 1995, dimana semakin
banyak file MP3 tersedia diinternet dan popularitasnya semakin terdongkrak
karena kualitasnya dan kapasitas yang menjadi relatif sangat kecil. Kompresi
MP3 dapat dilakukan dengan bit-rate yang beragam. Standar yang baik untuk
kualitas audio dan ukuran file adalah 128 Kbps, untuk mendapati kualitas yang
mendekati kualitas CD diperlukan bit-rate 192 kbps. Kualitas CD dan MP3 sulit
dibedakan pada bit-rate 192 kbps. Pada tahun 2001, MP3 Pro generasi berikutnya
diperkenalkan dan menawarkan kualitas suara dan kompresi yang sudah
ditingkatkan, namun karena tidak ada decoder MP3Pro gratis, format yang
sebenarnya luar biasanya ini belum dapat menggantikan standar MP3.
d)
Ogg dan Ogg
Vorbis
Ogg
adalah format multimedia gratis yang dirancang untuk streaming dan penyimpanan
yang efiesien. Format ini dikembangkan oleh Xiph.org Foundation. Begitu pula
Vorbis yang merupakan codec audio gratis. Vorbis biasanya dipasang bersama Ogg,
sehingga muncullah yang namanya Ogg Vorbis. Peluncuran format dan codec ini
sebenarnya respon atas rencana pemilik MP3 pada tahun 1998 yang hendak mengenakan
biaya lisensi untuk format MP3. OggVorbis sangat populer dikalangan open
source, karena kualitas dan sifatnya yang gratis. Namun hingga saat ini
walaupun gratis, masih sedikit player yang mendukung format ini, salah satu
yang terkenal adalah winamp yang ikut mendukung format Ogg Vorbis.
e)
RealAudio
Merupakan
codec audio yang dikembangkan oleh Real Networks pada tahun 1995. Codec ini
awalnya dikembangkan untruk transmisi bandwith rendah. Dapat digunakan untuk
streaming informasi audio dan dapat berjalan saat file audio tersebut masih
didownload. RealAudio banyak digunakan oleh statiun radio untuk streaming
program-program mereka via internet secara real time. RealNetworks juga
menyediakan aplikasi player
gratis dan berbayar yang bernama
RealPlayer, namun untuk yang versi gratis tidak dapat melakukan
meyimpan audio stream sebagai file.
f)
WAV
(WAVE-form)
Merupakan
standar audio yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM, WAV ini adalah format
utama untuk menyimpan data audio mentah pada Windows dan menggunakan metode
yang sama dengan AIFF Apple untuk menyimpan data. WAV menggunakan teknik
pulse-code modulation (PCM) yang tidak dikompres. Dengan cara ini , detil tidak
hilang ketika audio analog didigitalkan dan disimpan. Ini membuat format WAV
(menggunakan PCM) menjadi pilihan untuk mengedit audio high-fidelity. Akan tetapi
untuk keperluan mengoleksi musik, transfer via internet dan memainkan diplayer
portable, format ini kurang populer
dibandingkan dengan MP3, Ogg Vorbis dan VMA yang dikarenakan ukuran file yang
sangat besar.
g)
WMA ( Window
Media Audio )
Merupakan
codec untuk lossy compression, yang dikembangkan pertama sekali dengan tujuan untuk menyaingi MP3 oleh
Microsoft. Sementara ini Microsoft memposisikan WMA bersaing dengan AAC yang
digunakan pada produk Apple seperti iPod dan iTunes Music Strore. WMA
juga menggunakan sistem Digital Rights Management seperti AAC untuk proteksi
penggandaan dan membatasi pemutaran pada PC atau peranti tertentu. WMA audio
stream hampir selalu dengan file ASF. Jika hanya membawa data audio, biasanya
file mempunyai ekstensi .WMA. Adapula versi lossless untuk multichannel
surround sound dan untuk voice encoding (WMA Voice).
4) Video
Terdiri dari
full-motion dan life-video. Full-motion video berhubungan dengan penyimpanan
sebagai video clip, sedangkan live-video merupakan hasil pemrosesan yang
diperoleh dari kamera.
Beberapa authoring
tool dapat menggunakan full-motion video, seperti hasil rekaman menggunakan
VCR, yang dapat menyajikan gambar bergerak dengan kualitas tinggi.
Terdapat berbagai macam format file
video. Berikut ini macam-macam format file video beserta penjelasannya
a)
3IVX
Bukan merupakan format file, tetapi hanya sebuah codec ( seperti Divx, WMV dan Xvid ) yang dikembangkan oleh 3ivx Technologies (www.3ivx.com). Teknologi intinya dioptimasi untuk arsitektur prosesor yang beraneka ragam, termasuk platform yang menyertainya. 3ivx memungkinkan untuk pembuatan stream data MPEG-4 dan MP4 dan dapat juga digunakan untuk membuat stream audio AAC. Dengan menggunakan 3ivx dapat menyimpan lebih dari dua jam film sekualitas DVD kedalam CD tunggal, atau men-stream kualitas video sekualitas DVD melalui modem kabel atau modem DSL. Untuk membuka file 3ivx, dibutuhkan plug-in untuk Quicktime, untuk video for windows dan untuk Directshow atau 3ivx Decoder.
Bukan merupakan format file, tetapi hanya sebuah codec ( seperti Divx, WMV dan Xvid ) yang dikembangkan oleh 3ivx Technologies (www.3ivx.com). Teknologi intinya dioptimasi untuk arsitektur prosesor yang beraneka ragam, termasuk platform yang menyertainya. 3ivx memungkinkan untuk pembuatan stream data MPEG-4 dan MP4 dan dapat juga digunakan untuk membuat stream audio AAC. Dengan menggunakan 3ivx dapat menyimpan lebih dari dua jam film sekualitas DVD kedalam CD tunggal, atau men-stream kualitas video sekualitas DVD melalui modem kabel atau modem DSL. Untuk membuka file 3ivx, dibutuhkan plug-in untuk Quicktime, untuk video for windows dan untuk Directshow atau 3ivx Decoder.
b)
ASF
( Advanced Streaming Format / Advanced System Format )
Merupakan format yang dikembangkan oleh Microsoft yang digunakan untuk audio video digital. Didesain untuk streaming dan membentuk bagian framework Windows Media. ASF dapat menggunakan beraneka ragam codec. Namun dalam prakteknya yang digunakan adalah codec WMV atau WMA yang juga dari Microsoft.
Merupakan format yang dikembangkan oleh Microsoft yang digunakan untuk audio video digital. Didesain untuk streaming dan membentuk bagian framework Windows Media. ASF dapat menggunakan beraneka ragam codec. Namun dalam prakteknya yang digunakan adalah codec WMV atau WMA yang juga dari Microsoft.
c)
AVI
( Audio Video Interleaved )
Diperkenalkan
oleh Microsoft pada tahun 1992 sebagai bagian dari teknologi Video for Windows
miliknya. File AVI menyimpan data audio dan video pada struktur interleaved. File
ini hanya berupa kontainer dan data audio video dapat dikompres menggunakan
berbagai codec. Kualitas dan kapasitas tergantung pada codec dan secara khusus
codec yang digunakan adalah MPEG, Divx atau WMV.
d)
Divx
Adalah codec, bukan format file. Edisi Divx pertama (3.11 dan sebelumnya) merupakan versi hack dari codecvideo MPEG4 buatan Microsoft. Jeroma Rota pengembang Divx, mendirikan Divx Networks dan membuat Divx 4, versi terbaru dari codec untuk menghindari masalah hak cipta dengan Microsoft. Divx pada saat pembuatan versi 5.2.1 adalah merupakan codec MPEG-4 layer 2. Dikenal dengan tingkat kompresi yang tinggi, sehingga sangat memungkin menggunakan codectersebut untuk menggandakan film DVD. Satu film DVD umumnya berukuran 5 GB sampai 6 GB, dan Divx mampu mengkompresi hingga menjadi 700 MB, dengan penurunan kualitas yang sangat minim. Dengan demikian film tersebut dapat tertampung dalam sekeping CD.
Adalah codec, bukan format file. Edisi Divx pertama (3.11 dan sebelumnya) merupakan versi hack dari codecvideo MPEG4 buatan Microsoft. Jeroma Rota pengembang Divx, mendirikan Divx Networks dan membuat Divx 4, versi terbaru dari codec untuk menghindari masalah hak cipta dengan Microsoft. Divx pada saat pembuatan versi 5.2.1 adalah merupakan codec MPEG-4 layer 2. Dikenal dengan tingkat kompresi yang tinggi, sehingga sangat memungkin menggunakan codectersebut untuk menggandakan film DVD. Satu film DVD umumnya berukuran 5 GB sampai 6 GB, dan Divx mampu mengkompresi hingga menjadi 700 MB, dengan penurunan kualitas yang sangat minim. Dengan demikian film tersebut dapat tertampung dalam sekeping CD.
e)
MJPEG
( Motion JPEG)
Adalah
codec video yang mengompres masing-masing frame sebagai JPEG image yang terpisah.
Kualitasnya tergantung pada pergerakan di footage. Sebaliknya pada video MPEG,
kualitas menurun apabila ada banyak gerakan di footage. Kekurangan dari codec
ini adalah ukuran file yang besar.
f)
MPEG
Adalah format kompresi yang distandarisasi oleh Moving Picture Experts Group (MPEG), yang terbentuk oleh 350 perusahaan dan organisasi.
Standard-standard tersebut adalah :
Adalah format kompresi yang distandarisasi oleh Moving Picture Experts Group (MPEG), yang terbentuk oleh 350 perusahaan dan organisasi.
Standard-standard tersebut adalah :
o MPEG 1 adalah standard pertama
untuk kompresi audio dan video. merupakan standard encode VideoCD dengan
resolusi maksimal hanya 352 x 288 pixel, bit-rate tidak dapat dirubah dan
kualitas gambar yang kurang baik.Ini juga termasuk format audio MP3.
o MPEG 2 adalah seri standard
transport , audio dan video untuk kualitas siaran televisi.
o MPEG 3 dikembangkan untuk
high-definiton television (HDTV), tetapi kemudian ditinggalkan karena dianggap
MPEG 2 memadai.
o MPEG 4 merupakan pengembangan
MPEG 1 mendukung Digital Rights Management (DRM) dan bit-rate encoding rendah,
serta menggunakan codec video yang disebut H.264 yang dipandang lebih effisien.
o MPEG 7 adalah sistem formal
untuk mendeskripsikan kandungan multimedia.
o MPEG 21 merupakan standard
masa depan untuk multimedia.
Codec
MPEG menggunakan lossy compression
pada data audio video. Bagian motion video pada standard MPEG-1 didapat dari
standard Joint Picture Experts Group (JPEG) untuk lossy compression gambar diam
( foto ). MPEG-1 digunakan pada format VideoCD. Kualitas output dan bit-rate
lebih kecil daripada VCR. MPEG-2 sama dengan MPEG-1, tetapi juga menyediakan
dukungan untuk interlaced video ( seperti pada siaran TV ) dan juga mendukung
Transport Stream yang dibuat untuk mentransfer
video dan audio digital pada media dan digunakan untuk broadcasting. Standard
MPEG-2 saat ini telah ditingkat menjadi standard terbaru untuk transmisi HDTV.
Saat ini digunakan untuk SVCD, DVD dengan tingkat bit yang dapat diubah dan
memiliki kualitas gambar yang luar biasa. DV Video merupakan subformat khusus
dari MPEG-2 dengan tingkat bit yang tetap. Format ini sangat cocok digunakan
untuk video editing.
MPEG-4 berbasis MPEG-1 dan MPEG-2, tetapi ada tambahan fitur seperti dukungan VRML untuk rendering 3D, file komposit berorientasi objek (termasuk audio, video dan virtual reality modelling), dukungan untuk DRM dan berbagai macam interaktivitas . Kontainer untuk kandungan MPEG-4 adalah MP4
MPEG-4 berbasis MPEG-1 dan MPEG-2, tetapi ada tambahan fitur seperti dukungan VRML untuk rendering 3D, file komposit berorientasi objek (termasuk audio, video dan virtual reality modelling), dukungan untuk DRM dan berbagai macam interaktivitas . Kontainer untuk kandungan MPEG-4 adalah MP4
g)
OGM
( Ogg Media File )
Adalah
format kontainer untuk audio, video dan subtitle. Sebagaimana AVI, format ini
juga mendukung multiple audio track, bahkan dengan format yang berbeda (seperti
MP3 dan WAV). OGM juga memungkinkan integrasi audio Ogg Vorbis.
h)
Quicktime
Adalah teknologi multimedia sekaligus format file yang dikembangkan oleh Apple Computer dan pertama sekali diprkenalkan pada tahun 1991. File Quicktime adalah kontainer multimedia yang terbentuk atas satu atau lebih track seperti audio, video, teks atau efek digital. Masing-masing track mengandung media track, baik itu media stream yang telah di encode atau pointer-pointer pada file eksternal. Codec yang digunakan untuk compress dan decompress data di Quicktime diantaranya MP3, JPEG, Divx, Cinepak, Sorensen dan bahkan MPEG-2 dan MPEG-4. Oleh sebab itu, quicktime lebih cocok digunakan untuk aplikasi internet dibandingkan AVI
Adalah teknologi multimedia sekaligus format file yang dikembangkan oleh Apple Computer dan pertama sekali diprkenalkan pada tahun 1991. File Quicktime adalah kontainer multimedia yang terbentuk atas satu atau lebih track seperti audio, video, teks atau efek digital. Masing-masing track mengandung media track, baik itu media stream yang telah di encode atau pointer-pointer pada file eksternal. Codec yang digunakan untuk compress dan decompress data di Quicktime diantaranya MP3, JPEG, Divx, Cinepak, Sorensen dan bahkan MPEG-2 dan MPEG-4. Oleh sebab itu, quicktime lebih cocok digunakan untuk aplikasi internet dibandingkan AVI
i)
RealVideo
dan RealMedia
Adalah
codec video yang dikembangkan oleh RealNetworks pada tahun 1997. Berbeda dengan
codec video lainnya, RealVideo telah dioptimasi untuk streaming video melalui
jaringan IP. Menggunakan PNA Protocol atau Real Time Streaming Protocol.
Biasanya berpasangan dengan RealAudio yang dikemas dalam RealMedia.
RealNetworks juga menyediakan player yang disebut RealPlayer untuk audio dan
video.
j)
WMV
( Windows Media Video )
Adalah
bagian dari sistem Windows Media buatan Microsoft. Adalah sebuah codec untuk
mengencode film dan mentransform slide show yang berisi format bitmap kedalam
video terkompres. WMV sebenarnya adalah versi proprietary dari MPEG-4. Video
Stream sering dikombinasikan dengan Audio Stream dalam format WMA, dengan video
WMV yang dikemas kedalam kontainer AVI atau ASF.
k)
3GP
(3GPP format file)
Adalah
sebuah multimedia container format yang ditetapkan oleh Third Generation
Partnership Project (3GPP) untuk 3G UMTS jasa multimedia, yang digunakan di 3G ponsel,
tetapi juga dapat dimainkan pada beberapa 2G dan 4G telepon.
l)
Flash
Video
Adalah
sebuah wadah format file yang digunakan untuk mengirim video melalui Internet
menggunakan Adobe Flash Player (awalnya diproduksi oleh Macromedia) versi 6-10.
Konten video flash juga mungkin tertanam di dalam SWF file. Ada dua format file
video yang berbeda didefinisikan oleh Adobe Systems dan didukung dalam Adobe
Flash Player: FLV dan F4V. Audio dan video FLV data diencode dalam cara yang
sama ketika mereka berada dalam file SWF. Yang terakhir format file F4V
didasarkan pada basis ISO format file media dan mulai didukungdengan Flash
Player 9 Update 3.
m) 3G2 (3GPP2 format file)
Adalah
wadah multimedia format yang ditetapkan oleh 3GPP2 untuk 3G CDMA2000 jasa
multimedia. Hal ini sangat mirip dengan format 3GP, tapi memiliki beberapa
ekstensi dan keterbatasan dibandingkan dengan 3GP.
n)
VOB
(Video Object)
Video
Object (VOB) merupakan format file yang biasa terdapat dalam media DVD-Video.
Dalam file VOB, sudah terdapat video, audio, subtitle, dan isi menu, yang
digabungkan bersama ke dalam sebuah file.
Format
VOB biasanya berbasiskan pada format MPEG-2 Program stream, tetapi dengan
tambahan keterbatasan dan spesifi kasi dalam format file private.
o)
SWF
SWF saat ini berfungsi sebagai format yang dominan untuk menampilkan “animasi” vektor grafik di web.
SWF saat ini berfungsi sebagai format yang dominan untuk menampilkan “animasi” vektor grafik di web.

0 komentar:
Posting Komentar